Tangkapan layar video warga detik-detik terlindasnya seorang driver ojol oleh mobil Rantis Brimob pada demo di Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam. (FOTO: IST)
Jakarta (edukalteng.com) – Demo gabungan buruh, mahasiswa, dan pelajar yang melebar dari kawasan Gedung DPR RI hingga kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/202) memakan korban jiwa. Seorang driver ojek online (ojol) tewas digilas kendaraan taktis (rantis) Brimob yang melakukan operasi penguraian massa pendemo. Seorang lagi mengalami luka parah dan masih menjalani perawatan medis.
Informasi terhimpun menyebutkan, korban driver ojol yang tewas diidentifikasi atas nama Affan Kurniawan (21 tahun). Dia meninggal di RSCM Jakarta setelah dievakuasi dari lokasi kejadian.
Seorang lagi bernama Moh Umar Amarudin (26 tahun) mengalami luka parah dan dikabarkan masih dalam perawatan pihak medis RS Pelni, Jakarta.
Kabar meninggalnya Affan dibenarkan pihak PT Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dalam pernyataannya kepada media yang memastikan bahwa yang bersangkutan merupakan driver mitra perusahaannya.
Video peristiwa tertabraknya korban oleh mobil rantis Brimob ramai beredar di berbagai platform media sosial sehingga menarik keprihatinan publik.
Saksi mata bernama Herudin menyebut, persitiwa nahas itu bermula saat warga memprotes tindakan polisi yang menembakkan gas air mata sampai ke area perkampungan.
“Awalnya massa demonstran dan ibu-ibu warga dari Gang Administrasi 1 Penjernihan keluar ke Jalan Penjernihan protes Brimob ngejar demonstran sampai perkampungan pakai gas air mata,” ungkap Herudin, Kamis malam
Warga lantas mendekati mobil Brimob yang berada di sekitar lokasi untuk menyampaikan protes tersebut.
“Nah ini dimanfaatin sama warga keluar ngepung Brimob pas di depan SPBU Pejompongan. Brimob gak sadar warga dan demontran sudah banyak melebihi jumlah Brimob,” katanya.
Satu kendaraan Brimob kemudian melaju ke arah massa. Massa yang berada di jalan, mencoba berlarian untuk menghindar dari kendaraan taktis itu.
Di saat yang bersamaan, seorang driver ojol tersungkur ke tengah jalan dan tergilas mobil tersebut. Sebelum tergilas, driver tersebut sempat menoleh ke arah mobil taktis, namun cepatnya laju kendaraan tersebut, membuat ia langsung tertelan dari pandangan.
Saat pertama kali tergilas, warga sempat berteriak hingga membuat mobil terhenti sejenak. Namun setelah itu, mobil tersebut justru melanjutan perjalananannya dan menggilas korban yang terkapar di aspal.
MAKO BRIMOB DIGERUDUK OJOL
Pascainsiden itu, Markas Komando (Mako) Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, diserbu para driver ojol.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat puluhan driver ojol mulai mendatangi Mako Brimob Kwitang.
Mereka datang sambil berteriak-teriam dan mencoba menerobos masuk ke dalam markas Brimob tersebut.

IPW: TERJADI PELANGGARAN PROSEDUR
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengecam aksi personel Brimob pengendara kendaraan taktis yang menabrak dan melindas seorang diver ojol saat membubarkan demonstran.
“Personel Brimob yang menabrak dan melindas seorang pengendara ojek online (Ojol) atas nama Moh Umar Aminudin pada saat adanya demo di DPR RI harus segera ditangkap dan diproses hukum karena melakulan pelanggaran pidana penganiayaan,” ujar Sugeng, Kamis malam.
Dikatakannya, personel Brimob tersebut jelas telah melakukan kesalahan prosedur pengamanan gedung DPR RI sebagai obyek vital.
“Pengejaran oleh rantis Brimob hingga melindas pengemudi ojek online adalah pelanggaran prosedur karena pengemudi ojek online tidak dalam posisi membahayakan petugas polisi dan objek vital sudah terlindungi,” sebutnya. (net/sar)