YUDISUM alumni FKIP Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, di Aula Kampus 3 UMPR, Rabu (29/10/2025). (FOTO: HUMAS UMPR)
Palangka Raya (edukalteng.com) – Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (FKIP-UMPR) menggelar yudisum sebanyak 247 alumni periode semester genap 2024/2025, di Aula Kampus 3 UMPR, Jalan Soekarno, Palangka Raya, Rabu (29/10/2025).
Sebanyak 247 lulusan tersebut terdiri dari mahasiswa Program Studi (Prodi) S2 Megister Pendidikan Dasar sebanyak 69 orang, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 118, Bimbingan Konseling (BK) 30, dan Pendidikan Ekonomi 30 orang.
Dekan FKIP Dr (Cand) Hendri MPd pada kegiatan itu menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yudisium yang telah menuntaskan perjuangan dan pengorbanan selama ini, baik lulusan S2 Magister Pendidikan Dasar maupun S1 di tiga prodi yang ada di FKIP UMPR ini.
“Sampai ke tahap yudisium ini dilalui mahasiswa dengan langkah yang berbeda antara yang satu dan yang lain. Ada yang melaluinya tanpa halangan dan lancar-lancar saja, tetapi ada juga yang datang ke saya dengan segala permasalahan dan linangan air mata. Namun hari ini, semuanya perjuangan itu membuahkan hasil ,”kata Hendri.
Dia menyebutkan, yudisium ini merupakan momentum untuk mengimplementasikan keilmuan yang selama ini didapat di bangku kuliah, ke tengah masyarakat, ke dunia pengabdian, dan ke dunia pendidikan sebagai seorang pendidik.
Kehadiran para alumni di tengah masyarakat diharapkan mampu memberi warna dan solusi di tengah persoalan serta tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, dengan inovasi, kreativitas, serta ilmu yang diperoleh selama di FKIP UMPR.
“Kendati demikian, para peserta yudisium jangan merasa puas dengan ilmu yang didapat selama kuliah di FKIP UMPR, terus lah menuntut ilmu. Bagi yang lulus S1 pada hari ini, ayo lanjutkan S2 di FKIP UMPR karena kita sudah memiliki Magister Pendidikan Dasar,” jelasnya.
Hendri juga mengimbau para mahasiswa yang sudah menuntaskan jenjang pendidikan magister untuk melanjutkan lagi ke jenjang pendidikan akademik tertinggi yaitu S3. Sebab, diperkirakan tahun 2026 UMPR akan memiliki jenjang program doktor S3 Pendidikan.
“Saat ini sedang dalam tahap proses dokumen pengajuannya, setelah dilakukan asismen lapangan oleh assesor beberapa waktu lalu. Karena itu, kami harapkan kawan-kawan peserta yudisium melanjutkan pendidikannya tidak usah jauh-jauh. Ayo ke UMPR saja khususnya di FKIP sudah memiliki jenjang pendidikan yang lengkap, dari S1 PGSD, S2 Magister Pendidikan Dasar dan Program Doktor Pendidikan,” jelasnya.
Di kegiatan yang sama, Rektor UMPR melalui Wakil Rektor 3 Apt Guntur Satrio Pratomo MSi mengingatkan bahwa peserta yudisium yang dilepas ke tengah masyarakat merupakan perwakilan UMPR yang juga berperan untuk menyuarakan eksistensi UMPR.
“Sampaikan hal-hal yang baik kepada keluarga dan masyarakat tentang UMPR sebagai wadah pendidikan tinggi yang baik dan mendapat kepercayaan oleh pemerintah dalam menjalankan tugasnya dalam mendidik anak Bangsa,” tuturnya.
Guntur menambahkan, setelah menjadi alumni, maka hubungan dengan kampus juga tetap harus terjalin. Pintu UMPR terbuka luas untuk kedatangan para alumni baik itu untuk melanjutkan dan meningkatkan kompetensi, maupun membawa putra putri serta keluarganya untuk kuliah di kampus UMPR.
“Setelah yudisium ini semua peserta secara bersama-sama lulusan dari fakultas lain, mengikuti prosesi wisuda yang digelar Jumat, 31 Oktober 2025, di Kalawa Convention Hall Palangka Raya,” imbuhnya.
Perwakilan mahasiswa S1 Tanti Apriani saat menyampaikan pesan dan kesannya, mengungkapkan, selama berkuliah di FKIP UMPR merasa nyaman dan penuh dengan kekeluargaan.
“Dekan, jajaran Kaprodi, dan dosen-dosen sangat baik dan peduli. Apalagi ketika mahasiswa menghadapi masalah akan diberikan solusi dengan bijaksana,”tukasnya.
Kesan yang sama disampaikan perwakilan mahasiswa S2 Magister Pendidikan Dasar, Rima Yustiningsih. Dia mengungkapkan perjuangan untuk bisa meraih gelar Magister Pendidikan tidak mudah. Membutuhkan pengorbanan waktu, biaya dan beban yang lainnya.
“Alhamdulillah, jajaran pimpinan fakultas dan dosen-dosen, khususnya dosen pembimbing memahami bagaimana pengorbanan yang kami keluarkan dengan memberikan pelayanan yang ramah dan baik hati, sehingga kami bisa saat ini memakai Gordon dan diyudisium,” katanya.
Dia mewakili peserta yudisium, khususnya S2, memohon maaf manakala selama proses perkuliahan hingga selesai, merepotkan para dosen dan ada kata-kata atau sikap pihaknya yang kurang berkenan.
Diinformasikan pula bahwa semua peserta yudisium saat itu langsung diserahkan ijazah dan transkripnya, sebagai bentuk komitmen UMPR dalam melayani lulusan sehingga langsung bisa digunakan. (sar)