Skip to content
edukalteng.com

edukalteng.com

Informasi dan Inspirasi

Primary Menu
  • BREAKING NEWS
    • TOP 4
  • Pendidikan
    • Giat Sekolah
    • Prestasi
    • Jurnalis Sekolah
    • Jurnalis Kampus
    • Eskul
    • Giat Sekolah
  • Peristiwa
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Berita Foto
  • Seputar Kalteng
    • Provinsi
    • Kota Cantik
    • Kabupaten
  • Ragam
    • Inspirasi
    • Komunitas
    • Historia
  • Budaya
    • Kesenian
    • Wisata
    • Galeri Foto
  • Olahraga
    • Sepakbola
    • Timnas Day
    • MotoGP
  • Tajuk
    • Opini
    • Editorial
    • Si Awau
  • Home
  • Tajuk
  • Opini
  • Air Mata Irine dan Kibaran Bendera Putih di Aceh Tamiang
  • Opini

Air Mata Irine dan Kibaran Bendera Putih di Aceh Tamiang

Redaksi Desember 19, 2025
(FOTO: IST)
(Oleh: Andrian)*
Ada aturan tak tertulis di dunia jurnalisme: seorang reporter harus tetap tegar, suaranya harus tetap stabil, dan emosinya harus tetap netral di depan kamera. Namun, pada Rabu siang 17 Desember 2025 di tengah puing-puing Aceh Tamiang, Irine Wardhanie dari CNN Indonesia memutuskan untuk menjadi manusia sebelum menjadi jurnalis.
​Suaranya bergetar. Matanya sembab. Dan akhirnya, di hadapan jutaan penonton televisi nasional, pertahanan emosionalnya runtuh. Irine menangis bukan karena kelelahan bekerja, tapi karena apa yang ia saksikan di balik lensa kameranya: sebuah pengabaian sistemis yang telah berlangsung lebih dari sepekan.
​Bayangkan, banjir telah berlalu lebih dari satu minggu. Air mungkin sudah surut, tapi harapan warga Aceh Tamiang justru ikut hanyut. Irine berdiri di sebuah lokasi yang masih porak-poranda, di mana bantuan yang dijanjikan oleh narasi-narasi resmi di Ibukota ternyata belum juga menyentuh piring nasi warga.
​”Lihat lagi di sebelah sana banyak anak-anak yang gak makan,” ucap Irine dengan tangis yang pecah.
​Kalimat itu adalah tamparan keras bagi siapa pun yang merasa penanganan bencana sudah “terkendali.”
Ketika seorang jurnalis lapangan yang sudah terbiasa melihat berbagai peristiwa dramatis sampai kehilangan kata-kata dan menangis, itu adalah tanda bahwa situasi tersebut sudah melampaui batas kewajaran kemanusiaan.
​Tangisan Irine bukan sekadar kesedihan, melainkan sebuah kesaksian kemarahan. Ia mengonfirmasi alasan di balik tindakan nekat masyarakat Aceh yang mulai mengibarkan bendera putih sebuah simbol internasional untuk menyerah atau meminta pertolongan darurat.
​Lebih jauh lagi, Irine menjelaskan mengapa warga sampai mengirim surat ke UNDP dan UNICEF. Ini adalah bentuk mosi tidak percaya rakyat kepada pemerintahnya sendiri. Mereka merasa ditinggalkan di tengah lumpur, hingga merasa harus “berteriak” ke komunitas internasional agar bisa mendapatkan hak dasar untuk makan.
​”Jadi wajar masyarakat Aceh mengibarkan bendera putih kepada pemerintah…” kata Irine. Kalimat ini adalah pembelaan paling jujur terhadap martabat warga yang selama ini dianggap “protes berlebihan” oleh aparat di tingkat bawah.
​Sebagai jurnalis, Irine memikul beban yang luar biasa. Warga menitipkan pesan terakhir mereka kepadanya:
“Tolong sampaikan suara kami kepada dunia, agar memberitakan yang sebenarnya dari Aceh.”
​Kisah Irine adalah pengingat bahwa jurnalisme sejati bukan hanya soal melaporkan angka pengungsi atau debit air. Jurnalisme sejati adalah tentang menjadi jembatan bagi mereka yang suaranya sudah serak karena terlalu lama berteriak minta tolong.
​”Ini berat buat kami seberat usaha relawan menembus wilayah-wilayah yang terdampak,” tandasnya.
Pernyataan ini menunjukkan solidaritas tanpa batas antara pemberi berita dan mereka yang bergerak di lapangan (seperti tim relawan yang membawa logistik puluhan ton sebelumnya).
​Video liputan Irine yang viral bukan sekadar konten media sosial Itu adalah alarm darurat nasional. Air mata Irine telah melakukan apa yang gagal dilakukan oleh ribuan lembar laporan birokrasi: ia telah menyentuh nurani publik.
​Kini, pertanyaannya adalah: Setelah air mata ini kering, apakah bantuan akan benar-benar mengalir? Ataukah warga Aceh Tamiang akan tetap dibiarkan sendirian memegang bendera putih mereka di tengah kegelapan, sementara Jakarta kembali sibuk dengan rapat-rapat yang tak kunjung menjadi nasi?
Penutup:
​Terima kasih, Irine, karena telah berani menangis. Terkadang, air mata adalah satu-satunya bahasa yang tersisa saat kata-kata tak lagi sanggup melukiskan ketidakadilan.
)* Penulis adalah wartawan, tinggal di Karawang (Jawa Barat)
Post Views: 3

Continue Reading

Previous: Emas Bulutangkis SEA Games di Tengah ‘Bencana Nasional’
Next: Kemenag Palangka Raya Gelar Sunat Massal untuk 110 Anak Kurang Mampu

Berita Lainnya

Pebulutangkis Mohammad Zaki Ubaidillah (FOTO: DOK/PBSI)
  • Opini

Emas Bulutangkis SEA Games di Tengah ‘Bencana Nasional’

Redaksi Desember 13, 2025
Pati Bikin Jakarta Was-was
  • Opini
  • Terkini

Pati Bikin Jakarta Was-was

Redaksi Agustus 15, 2025
Program Transmigrasi dan Semangat Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
  • Opini

Program Transmigrasi dan Semangat Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Redaksi Juli 21, 2025
kedai 05

Breaking News

Massa Bakar Gedung DPRD Makassar, Satu Perempuan dan Tiga Laki-laki Tewas Massa Bakar Gedung DPRD Makassar, Satu Perempuan dan Tiga Laki-laki Tewas 1
  • Breaking News
  • Terkini

Massa Bakar Gedung DPRD Makassar, Satu Perempuan dan Tiga Laki-laki Tewas

Agustus 30, 2025
Ini Kronologis Dua Siswi SMPN 9 Tewas Tenggelam di Ketimpun Ini Kronologis Dua Siswi SMPN 9 Tewas Tenggelam di Ketimpun 2
  • Top 4

Ini Kronologis Dua Siswi SMPN 9 Tewas Tenggelam di Ketimpun

Agustus 3, 2025
Tak Ada Pantai, Gosong Kahayan Pun Jadi Tak Ada Pantai, Gosong Kahayan Pun Jadi 3
  • Galeri Foto
  • Top 4

Tak Ada Pantai, Gosong Kahayan Pun Jadi

Agustus 1, 2025
Ditemukan di Parit G Obos Ujung, Motor Siapa Ini? Ditemukan di Parit G Obos Ujung, Motor Siapa Ini? 4
  • Top 4

Ditemukan di Parit G Obos Ujung, Motor Siapa Ini?

Juli 22, 2025
Dikeroyok Pemotor Mabuk, Driver Car Online Bocor Kepala Dikeroyok Pemotor Mabuk, Driver Car Online Bocor Kepala 5
  • Top 4

Dikeroyok Pemotor Mabuk, Driver Car Online Bocor Kepala

Juli 20, 2025

Peristiwa

Kakek di Tilung Tewas Membusuk, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan
  • Peristiwa
  • Terkini

Kakek di Tilung Tewas Membusuk, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Redaksi Januari 15, 2026
Pembunuhan Mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat Disidangkan, Ini Pengakuan Pelaku
  • Peristiwa
  • Regional
  • Terkini

Pembunuhan Mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat Disidangkan, Ini Pengakuan Pelaku

Redaksi Januari 2, 2026
Influencer dan Aktivis Diteror, Bentuk Pembungkaman Kritik Publik
  • Nasional
  • Terkini

Influencer dan Aktivis Diteror, Bentuk Pembungkaman Kritik Publik

Redaksi Januari 2, 2026
Lecehkan Bendera Merah Putih, Konten Kreator Inggris Diserbu Netizen Indonesia
  • Nasional
  • Terkini

Lecehkan Bendera Merah Putih, Konten Kreator Inggris Diserbu Netizen Indonesia

Redaksi Desember 24, 2025
Falsafah Huma Betang Sejalan dengan Asta Cipta dalam Penguatan Keluarga
  • Nasional
  • Seputar Kalteng

Falsafah Huma Betang Sejalan dengan Asta Cipta dalam Penguatan Keluarga

Redaksi Desember 13, 2025
KH Ma’ruf Amin Resmi Pimpin Dewan Penasehat SMSI
  • Nasional
  • Terkini

KH Ma’ruf Amin Resmi Pimpin Dewan Penasehat SMSI

Redaksi November 4, 2025

Ragam

“Mabar Berkah Fest”, Bawa Kegembiraan Kampung Halaman ke Kampus UMPR
  • Galeri Foto
  • Terkini

“Mabar Berkah Fest”, Bawa Kegembiraan Kampung Halaman ke Kampus UMPR

Redaksi November 3, 2025
“Pesat” Palangka Raya Ikuti Upacara HUT RI, Goniarto: Onthel Alat Transportasi Para Pejuang
  • Historia
  • Komunitas
  • Kota Cantik
  • Terkini

“Pesat” Palangka Raya Ikuti Upacara HUT RI, Goniarto: Onthel Alat Transportasi Para Pejuang

Redaksi Agustus 19, 2025
“Parade Kebangsaan” Semarakkan Peringatan HUT Kemerdekaan RI di PW Muhammadiyah Kalteng
  • Galeri Foto
  • Terkini

“Parade Kebangsaan” Semarakkan Peringatan HUT Kemerdekaan RI di PW Muhammadiyah Kalteng

Redaksi Agustus 17, 2025
Serunya Lomba Manyauk Lauk di Museum Balanga
  • Budaya
  • Galeri Foto
  • Pendidikan
  • Terkini

Serunya Lomba Manyauk Lauk di Museum Balanga

Redaksi Agustus 11, 2025
Ini ‘Tugas’ Biawak di Komplek Perumahan Anda
  • Ragam
  • Terkini

Ini ‘Tugas’ Biawak di Komplek Perumahan Anda

Redaksi Agustus 8, 2025

Budaya

“Pesat” Palangka Raya Ikuti Upacara HUT RI, Goniarto: Onthel Alat Transportasi Para Pejuang
  • Historia
  • Komunitas
  • Kota Cantik
  • Terkini

“Pesat” Palangka Raya Ikuti Upacara HUT RI, Goniarto: Onthel Alat Transportasi Para Pejuang

Redaksi Agustus 19, 2025
Serunya Lomba Manyauk Lauk di Museum Balanga
  • Budaya
  • Galeri Foto
  • Pendidikan
  • Terkini

Serunya Lomba Manyauk Lauk di Museum Balanga

Redaksi Agustus 11, 2025
Museum Balanga Perkenalkan Budaya Kalteng Lewat Lomba Antar-SMA
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Terkini

Museum Balanga Perkenalkan Budaya Kalteng Lewat Lomba Antar-SMA

Redaksi Agustus 11, 2025
DSC_0519
  • Berita Foto
  • Kesenian

Festival Budaya Isen Mulang

Redaksi Agustus 1, 2025
Kisah Pilu Tampomas II dan Adam Air di ‘Segitiga Bemuda’ Indonesia
  • Historia
  • Terkini

Kisah Pilu Tampomas II dan Adam Air di ‘Segitiga Bemuda’ Indonesia

Redaksi Juli 30, 2025

Redaksional

  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • STANDARD PERLINDUNGAN PROFESI WARTAWAN
  • TENTANG REDAKSI
| copyright by edukalteng.