Palangka Raya (edukalteng.com) – Suasana tenang di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kota Palangka Raya mendadak berubah heboh pada Kamis (24/7/2025) pagi. Seorang pria bernama Irwandi (36 tahun) ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya, hanya beberapa meter dari tempatnya bekerja di lembaga pelatihan mengemudi Duta Mengemudi.
Penemuan jasad ini bermula dari rasa curiga rekan-rekannya yang tidak melihat Irwandi masuk kerja selama dua hari. Terakhir kali korban terlihat pada Selasa (22/7/2025), saat berpamitan pulang dari kantor seperti biasa. Setelah dua hari tak muncul, beberapa rekan kerja dan siswa pelatihan diminta mengecek ke tempat kos korban.
Ketika sampai di kamar, mereka mencoba mengetuk pintu namun tidak mendapat jawaban. Kecurigaan meningkat ketika mereka mengintip dari celah kaca di samping pintu dan melihat tubuh Irwandi dalam posisi tengkurap di lantai, tepat di samping tilam.
Panggilan berulang kali tak direspons, hingga akhirnya pemilik kos dan ketua RT setempat datang membantu membuka pintu dengan cara menjulurkan tangan lewat jendela kaca kecil untuk menggeser kunci dari dalam.
Begitu pintu terbuka, tubuh Irwandi ditemukan sudah tak bernyawa. Kaki korban mengarah ke pintu masuk, sementara kepala menghadap ke dinding—pertanda ia sudah meninggal beberapa waktu sebelumnya.
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya bersama aparat kepolisian segera tiba di lokasi usai laporan masuk ke Call Center Damkar 112.
Jenazah Irwandi kemudian dievakuasi menggunakan kantong mayat dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk visum guna memastikan penyebab kematiannya.
Kasi Operasi Penyelamatan Damkar, Sucipto, membenarkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal. “Tidak ada lagi napas atau respons ketika tim kami tiba. Evakuasi dilakukan sesuai prosedur,” ujarnya.
Terpisah, Kapolsek Pahandut Kompol Volvy mengatakan bahwa dugaan awal menunjukkan korban meninggal karena sakit. Namun, proses penyelidikan tetap berjalan untuk memastikan penyebab pasti kematiannya.
Salah satu saksi, Yamin, mengaku masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.
“Pas Saya intip dari kaca, Saya pikir dia tidur. Tapi setelah dipanggil berkali-kali dan nggak ada respons, baru Saya sadar ada yang nggak beres,” ujarnya.
Kematian Irwandi menyisakan duka bagi rekan kerja dan lingkungan sekitar. Sosoknya dikenal pendiam namun sopan, dan tidak menunjukkan tanda-tanda keluhan kesehatan sebelumnya.
Kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum guna menentukan secara pasti penyebab meninggalnya pria yang dikenal bertanggung jawab itu (net/rzk)