SEMINAR Natal Nasional 2025 di Gedung Serbaguna Katedral Santa Maria Palangka Raya, Jumat (12/12/2025). (FOTO: SRAIPUDIN)
Palangka Raya (edukalteng.com) – Filosofi “Huma Betang” yang menjadi landasan hidup masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) dinilai sejalan dengan upaya pemberdayaan keluarga yang menjadi visi pembangunan pemerintah RI.
“Visi misi Presiden Prabowo yang tertuang dalam Asta Cita itu program kerjanya berorientasi pada pemberdayaan keluarga. Dan kami dari Kantor Staf Presiden (KSP) akan mengawal dan mengawasi program-program itu mulai dari perencanaan hingga implementasi di lapangan,” kata Kepala Staf Kepresidenan RI Dr Muhammad Qodari, saat menyampaikan paparan pada Seminar Natal Nasional 2025 di Gedung Serbaguna Katedral Santa Maria Palangka Raya, Jumat (12/12/2025).
Dijelaskan Qodari, implementasi Asta Cita yang telah dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya untuk keluarga Indonesia itu antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG), operasional Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan lain-lain.
“Mewujudkan ‘Indonesia Emas’ tahun 2045 harus dimulai dari sekarang. Kita ingin memutus rantai kemiskinan keluarga Indonesia yang siklusnya berjalan dari orangtua ke anak, lalu ke cucu. Di antaranya dengan memberikan makanan yang bergizi, pendidikan berkualitas sehingga tercipta generasi yang sehat dan ber-IQ (Intelligence Quotient) tinggi yang siap bersaing di masa depan,” ujar Qodari.
Seminar yang mengangkat tema; “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21-24) dan sub tema; Falsafah Huma Betang dalam Membangun dan Membina Keluarga Mandiri di Kalimantan Tengah ini dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng yang diwakili Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalteng Yulindra Dedy.
Selain Kepala Staf Kepresidenan RI, seminar yang digelar serentak di sembilan kota di Indonesia termasuk Palangka Raya ini juga menampilkan pembicara lokal antara lain, Direktur Pendidikan Kristen Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI Dr Suwarsono, Pembimas Katolik Kemenag Provinsi Kalteng Sandra Mariyus Adip, Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalteng dr Linae Victoria Aden, Rektor STIPAS Tahasak Danum RM Dr Fransiskus Janu Hamu, dan dipandu moderator Prof Dr Stepanus.
Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalteng dr Linae Victoria Aden dalam paparannya mengatakan, sejalan dengan Asta Cita yang dijalankan pemerintah RI, Pemerintah Provinsi Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur H Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H Edy Pratowo juga tengah bersiap meralisasikan program “Kartu Huma Betang Seajahtera”.
“Tahun depan (2026) kita akan mengeluarkan Kartu Huma Betang Sejahtera. Para keluarga penerima manfaat program ini akan mendapatkan bantuan pemberdayaan ekonomi, layanan kesehatan, pendidikan, dan lainnya,” sebut Aden.
Dia melanjutkan, istilah Huma Betang atau secara harfiah berarti rumah panjang yang dikenal sebagai rumah adat tradisional masyarakat Kalteng digunakan sebagai nama program pembangunan daerah karena mengandung makna filosofis yang luhur.
“Nilai-nilai falsafah yang terkandung dalam kehidupan keluarga-keluarga di Huma Betang antara lain kebersamaan, kejujuran, kesetaraan, dan kekeluargaan. Nilai-nilai itu selanjutnya akan membentuk ketahanan keluarga-keluarga yang tinggal di dalamnya,” ujarnya.
Aden memastikan realisasi dari program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah itu sinergi dengan program pembangunan pemerintah RI yang bertujuan untuk meningkatkan kualias SDM, penurunan stunting, pemenuhan hak anak, pencegahan tindak kekerasan terghadap perempuan, dan peningkatan perekonomian masyarakat.
Di kegiatan yang sama, Perwakilan Panitia Seminar Natal Nasional Dr Suwarsono dalam sambutannya menuturkan, selain seminar, agenda utama Natal Nasional 2025 juga diisi dengan kegiatan sosial seperti penyaluran bantuan bencana alam, penyerahan bantuan ambulans, beasiswa pendidikan, serta perbaikan rumah ibadah di lebih dari 10 wilayah Indonesia.
Khusus pelaksanaan di Kota Palangka Raya, panitia bekerja sama dengan Keuskupan Palangkaraya, IAKN Palangka Raya, dan STIPAS Tahasak Danum Pambelum.
“Seminar ini merupakan kegiatan penting karena Kalteng adalah tanah dengan kekayaan Dayak, tradisi gotong royong serta semangat Habaring Hurung, sehingga menjadi pesan Natal bahwa kasih Allah melingkupi seluruh umat. Seminar ini berupaya meletakkan isu-isu yang ada pada keluarga dan mempengaruhi rumah tangga akan menjadi bagian dari refleksi bersama. Keluarga Kristen diajak menemukan ruang hangat dalam dialog,” katanya.
Penanggung jawab kegiatan RD Danang Widhi Anggoro didampingi Ketua Panitia Lokal Bama Adiyanto menambahkan, seminar ini diikuti sekitar 350 peserta yang merupakan perwakilan Forkopimda Kalteng, Forkopimda Kota Palangka Raya, para Romo, Suster, Bruder, mahasiswa serta pelajar dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah di Kota Palangka Raya. (sar)