Penekanan tombol sirine menandai peresmian gedung perkuliahan Kampus II UMPR di Jalan Angrgrek, Palangka Raya, Sabtu (1/11/2025). (FOTO: SARIPUDIN)
Palangka Raya (edukalteng.com) – Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan pendidikan. Salah satunya dengan membuka program studi (prodi) baru yang didukung dengan pembangunan fasilitas gedung dan sarana belajar.
Pada Minggu (1/11/2025), digelar peresmian gedung perkuliahan Kampus II UMPR di Jalan Angrgrek, Palangka Raya, yang terdiri dari gedung Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Rumpun Ilmu Kesehatan.
Di samping itu, dilakukan pula peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan UMPR Tower, UMPR Hospital Education, UMPR Dome, dan Log Mart UMPR.
Kegiatan yang dirangkai dengan penyambutan mahasiswa baru UMPR tahun 2025 ini dihadiri Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan PP Muhammadiyah Prof Dr Muhammad Samsudin MPd, Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Dr Drs Muhammad Akbar MSi, Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Kalteng Prof Dr H Ahmad Syar’i MPd, dan Rektor UMPR Dr H Muhammad Yusuf SSos MAP.
Hadir pula Ketua Senat UMPR Dr HM Riban Satia SSos MSi, Ketua Badan Pembina Harian UMPR yang juga Guru Besar UMPR Bidang Evaluasi Pendidikan Prof Dr Bulkani MPd, Guru Besar UMPR Bidang Pendidikan Teknologi Informasi Prof Dr Ir Chandra Anugrah Putra, unsur pimpinan Bank Syari’ah Indonesia, dan sejumlah tokoh lainnya.
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal Prof Dr Muhadjir Effendy MAP dalam sambutannya mengatakan, pengembangan layanan pendidikan UMPR yang disertai penambahan infrastruktur pendukung ini merupakan bagian dari realisasi mimpi besar organisasi Muhammadiyah untuk menjadi “super holding company” di Indonesia.
“Kita juga akan terus mendorong berkembangnya industri dan UMKM (Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro) keluarga besar Muhammadiyah,” sebut pria yang juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji itu.
Muhadjir melanjutkan, pengembangan industri dan UMKM Muhammadiyah itu telah dijalankan secara bertahap, di antaranya dengan memproduksi air mineral, makanan kemasan, dan barang kebutuhan medis. Produk-produk itu telah didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan berbagai lembaga amal usaha di bawah naungan Muhammadiyah.
“Saat ini, 90 persen kebutuhan infus seluruh rumah sakit Muhammadiyah disuplai dari lini produksi kita sendiri. Dalam waktu dekat kita akan mendirikan pabrik infus di Malang (Jawa Timur). Nantinya akan diikuti dengan produksi jarum suntik dan kebutuhan medis lainnya,” kata Muhadjir.
Dia melanjutkan, lini produksi dan UMKM Muhammadiyah ini juga diproyeksikan untuk mendukung suplai consumer good jaringan swalayan (mart) yang akan dibuka di seluruh wilayah Indonesia.
“Kita menargetkan pemain ketiga ‘mart’ di Indonesia. Jadi, Log Mart yang akan dibangun UMPR nantinya bisa diintegrasikan juga dengan mart Muhammadiyah ini,” tegas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia di era Presiden Jokowi tersebut.
Terkait pengembangan prodi baru dan pembangunan infrastruktur UMPR, Muhadjir menyambut baik dan berharap hal ini bisa mendukung kemajuan daerah.
Dia mencontohkan, peresmian gedung Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Rumpun Ilmu Kesehatan, dan pembangunan UMPR Hospital Education sangat relevan dengan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di Kalimantan.
“Kita tahu kalau tenaga-tenaga dokter yang bertugas di Kalimantan ini kebanyakan dari Pulau Jawa. Suatu saat mereka akan pulang kampung. Karena itulah kita perlu menciptakan SDM-SDM dokter sendiri untuk melayani masyarakat di daerah ini,” tandasnya.
PROYEKSI 45 PRODI
Sebelumnya, Rektor UMPR Dr H Muhammad Yusuf SSos MAP mengatakan, tahun 2025 ini UMPR melepas 2.013 alumni Program Pascasarjana angkatan 11, Sarjana angkatan 34, dan Diploma angkatan 24.
Sementara itu jumlah mahasiswa baru yang diterima sebanyak 2.421 orang, sehingga total mahasiswa saat ini sebanyak 7.123 orang. Mereka mengenyam pendidikan di 39 program studi (prodi) dari 14 fakultas yang ada.
Dijelaskan Yusuf, saat ini UMPR tengah memproses pembukaan 9 prodi baru, termasuk program magister (S2) dan doktor (S3), sehingga di tahun 2026 UMPR diproyeksikan memiliki total 45 prodi.
Kesembilan prodi baru yang akan dibuka itu antara lain, S2 Pedagogi, S2 Pendidikan Agama Islam, S2 Kehutanan, S2 Komunikasi Pembangunan, S3 Pendidikan, S1 Fisioterapi, S1 Teknik Elektromedik, S1 Farmasi, S1 Terapi Wicara dan Okupasi, serta S1 Kriminologi. (sar)