Skip to content
edukalteng.com

edukalteng.com

Informasi dan Inspirasi

Primary Menu
  • BREAKING NEWS
    • TOP 4
  • Pendidikan
    • Giat Sekolah
    • Prestasi
    • Jurnalis Sekolah
    • Jurnalis Kampus
    • Eskul
    • Giat Sekolah
  • Peristiwa
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Berita Foto
  • Seputar Kalteng
    • Provinsi
    • Kota Cantik
    • Kabupaten
  • Ragam
    • Inspirasi
    • Komunitas
    • Historia
  • Budaya
    • Kesenian
    • Wisata
    • Galeri Foto
  • Olahraga
    • Sepakbola
    • Timnas Day
    • MotoGP
  • Tajuk
    • Opini
    • Editorial
    • Si Awau
  • Home
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Keluarga Pendaki Juliana ‘Tak Terima’, Jenazah Diotopsi Ulang
  • Internasional

Keluarga Pendaki Juliana ‘Tak Terima’, Jenazah Diotopsi Ulang

Redaksi Juli 13, 2025
Keluarga Pendaki Juliana ‘Tak Terima’, Jenazah Diotopsi Ulang

PROSES evakuasi pendaki wanita asal Brasil, Juliana Marins (27 tahun), yang tewas saat mendaki di Gunung Rinjani. (FOTO: DOK/HUMAS SAR)

Rio de Janeiro (edukalteng.com) – Pihak-pihak di Brasil masih belum sepenuhnya ‘mengikhlaskan’ kematian Juliana Marins, pendaki yang tewas akibat terjatuh di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (21/6/2025) lalu. Mereka ‘mengutak-atik’ jenazah perempuan itu dan mengaku ada perbedaan perkiraan waktu kematian Juliana.

Atas permintaan keluarga Juliana, jenazah Juliana menjalani otopsi ulang di Institut Medis Forensik Rio de Janeiro (IML). Jumat (11/7/2025) tadi, Reginaldo Franklin seorang ahli forensik dari Polisi Sipil Brasil memaparkan hasil autopsi kedua terhadap jenazah Juliana.

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, Franklin menemukan adanya larva pada kulit kepala korban yang menjadi petunjuk penting dalam memperkirakan waktu kematian.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Juliana Marins diperkirakan masih bertahan hidup selama kurang lebih 32 jam setelah mengalami jatuh pertama kali,” jelas Franklin kepada media Brasil.

Nelson Massini, pakar forensik lain yang turut terlibat dalam proses investigasi, menambahkan bahwa setelah terjatuh, Juliana sempat kembali terpeleset sejauh sekitar 60 meter.

Diperkirakan, Dia masih mampu bertahan dalam kondisi kesakitan selama 15 menit sebelum akhirnya meninggal dunia. Tubuh korban terus meluncur hingga akhirnya berhenti di titik sekitar 650 meter di bawah lokasi awal tempat ia terjatuh.

Para ahli Brasil mengonfirmasi penyebab kematian: pendarahan internal yang disebabkan oleh cedera organ ganda akibat beberapa trauma, sesuai dengan benturan berenergi kinetik tinggi, yang umum terjadi pada kasus jatuh dari ketinggian.

Hasil rontgen di Brasil menunjukkan fraktur pada tulang rusuk, tulang paha, dan panggul, yang menyebabkan pendarahan hebat. Pukulan lateral mengenai organ dalam, menyebabkan memar ginjal dan laserasi hati, yang mengakibatkan kerusakan struktural pada organ dalam dan pendarahan internal. 

Laporan tersebut juga menunjukkan adanya memar di dada, paru-paru yang tertusuk oleh salah satu tulang rusuk, dan bukti pendarahan di dasar tengkorak.

Sebelumnya, hasil dari autopsi yang dikeluarkan dari pihak Rumah Sakit (RS) Bali Mandara menunjukkan bahwa Juliana meninggal 20 menit setelah jatuh di Gunung Rinjani. Juliana meninggal dunia karena mengalami benturan keras, bukan karena hipotermia.

Dokter spesialis forensik RS Bali Mandara Ida Bagus Putu Alit mengatakan, Juliana mengalami luka paling parah di dada akibat benda tumpul.

“Jadi kalau kita lihat yang paling terparah, itu adalah yang berhubungan dengan pernapasan. Yaitu ada luka-luka terutama di dada-dada, terutama di dada-dada bagian belakang tubuhnya. Itu yang merusak organ-organ di dalamnya,” katanya dalam konferensi pers, Jumat (27/6) lalu.

Alit berujar, korban juga mengalami luka lecet geser di sekujur tubuh akibat jatuh, terutama di bagian punggung serta anggota gerak atas dan bawah. Luka juga ditemukan di bagian kepala.

“Jadi kalau kita perkirakan paling lama 20 menit. Tidak ada bukti yang kita dapatkan bahwa korban ini meninggal dalam waktu yang lama dari lukanya,” jelasnya.

Kemudian, berdasarkan pemeriksaan, kata Alit, tidak ada tanda-tanda Juliana tewas karena terserang hipotermia.

“Tanda-tanda adanya hipotermia itu luka-luka yang ditimbulkan dari hipotermia tidak ada. Jadi luka-luka yang ditimbulkan oleh hipotermia itu adalah luka pada ujung-ujung jari. Jadi lukanya berwarna hitam, ini tidak ada luka. Berarti bisa kita katakan bahwa tidak ada hipotermia,” ujarnya.

Dia juga memastikan bahwa Juliana tidak meninggal karena kekurangan makanan atau minuman pasca-jatuh.

“Kalau kita lihat penyebabnya yang langsung itu pasti kekerasan. Jadi kita juga melihat adanya pendarahan yang memang jumlahnya sudah begitu besar dalam rongga tubuhnya. Jadi yang menyebabkan langsung itu adalah kekerasannya, jadi benturannya,” ujarnya.

Otoritas Brasil dan Indonesia masih terus melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh proses investigasi berjalan secara menyeluruh dan transparan. (med/sar)

Post Views: 7

Continue Reading

Previous: Rayyan “Pacu Jalur” Santai, Orangtuanya Ketakutan
Next: Pengakuan Istri Brigadir Nurhadi: Tolak ‘Uang Damai’ Rp 400 Juta

Berita Lainnya

Striker Legendaris Palestina Terbunuh Saat Antre Bantuan Pangan
  • Internasional
  • Olahraga
  • Terkini

Striker Legendaris Palestina Terbunuh Saat Antre Bantuan Pangan

Redaksi Agustus 8, 2025
Amerika Serikat Kirim Dua Kapal Selam ke Rusia, Tanda-tanda Perang?
  • Internasional
  • Terkini

Amerika Serikat Kirim Dua Kapal Selam ke Rusia, Tanda-tanda Perang?

Redaksi Agustus 3, 2025
Indonesia Waspada Imbas Gempa dan Tsunami di Russia-Jepang
  • Internasional
  • Terkini

Indonesia Waspada Imbas Gempa dan Tsunami di Russia-Jepang

Redaksi Juli 30, 2025
kedai 05

Breaking News

Massa Bakar Gedung DPRD Makassar, Satu Perempuan dan Tiga Laki-laki Tewas Massa Bakar Gedung DPRD Makassar, Satu Perempuan dan Tiga Laki-laki Tewas 1
  • Breaking News
  • Terkini

Massa Bakar Gedung DPRD Makassar, Satu Perempuan dan Tiga Laki-laki Tewas

Agustus 30, 2025
Ini Kronologis Dua Siswi SMPN 9 Tewas Tenggelam di Ketimpun Ini Kronologis Dua Siswi SMPN 9 Tewas Tenggelam di Ketimpun 2
  • Top 4

Ini Kronologis Dua Siswi SMPN 9 Tewas Tenggelam di Ketimpun

Agustus 3, 2025
Tak Ada Pantai, Gosong Kahayan Pun Jadi Tak Ada Pantai, Gosong Kahayan Pun Jadi 3
  • Galeri Foto
  • Top 4

Tak Ada Pantai, Gosong Kahayan Pun Jadi

Agustus 1, 2025
Ditemukan di Parit G Obos Ujung, Motor Siapa Ini? Ditemukan di Parit G Obos Ujung, Motor Siapa Ini? 4
  • Top 4

Ditemukan di Parit G Obos Ujung, Motor Siapa Ini?

Juli 22, 2025
Dikeroyok Pemotor Mabuk, Driver Car Online Bocor Kepala Dikeroyok Pemotor Mabuk, Driver Car Online Bocor Kepala 5
  • Top 4

Dikeroyok Pemotor Mabuk, Driver Car Online Bocor Kepala

Juli 20, 2025

Peristiwa

KH Ma’ruf Amin Resmi Pimpin Dewan Penasehat SMSI
  • Nasional
  • Terkini

KH Ma’ruf Amin Resmi Pimpin Dewan Penasehat SMSI

Redaksi November 4, 2025
Polresta Temukan Dugaan Penyebab Kebakaran Gudang Genset Metoz
  • Peristiwa
  • Terkini

Polresta Temukan Dugaan Penyebab Kebakaran Gudang Genset Metoz

Redaksi Oktober 30, 2025
Segini Biaya “Asli” Pembuatan SIM, Kapolri: Laporkan jika Ada Pungli
  • Nasional
  • Terkini

Segini Biaya “Asli” Pembuatan SIM, Kapolri: Laporkan jika Ada Pungli

Redaksi Oktober 27, 2025
Gelar Pesta Gay, 43 Pria di Surabaya Ditangkap Polisi
  • Peristiwa

Gelar Pesta Gay, 43 Pria di Surabaya Ditangkap Polisi

Redaksi Oktober 22, 2025
Setop Buat dan Bagikan Meme Bahlil Lahadalia! Ini Risikonya
  • Nasional
  • Terkini

Setop Buat dan Bagikan Meme Bahlil Lahadalia! Ini Risikonya

Redaksi Oktober 20, 2025
Menkeu Purbaya Ancam Daerah yang Masih Jual Belikan Jabatan
  • Nasional
  • Terkini

Menkeu Purbaya Ancam Daerah yang Masih Jual Belikan Jabatan

Redaksi Oktober 20, 2025

Ragam

“Mabar Berkah Fest”, Bawa Kegembiraan Kampung Halaman ke Kampus UMPR
  • Galeri Foto
  • Terkini

“Mabar Berkah Fest”, Bawa Kegembiraan Kampung Halaman ke Kampus UMPR

Redaksi November 3, 2025
“Pesat” Palangka Raya Ikuti Upacara HUT RI, Goniarto: Onthel Alat Transportasi Para Pejuang
  • Historia
  • Komunitas
  • Kota Cantik
  • Terkini

“Pesat” Palangka Raya Ikuti Upacara HUT RI, Goniarto: Onthel Alat Transportasi Para Pejuang

Redaksi Agustus 19, 2025
“Parade Kebangsaan” Semarakkan Peringatan HUT Kemerdekaan RI di PW Muhammadiyah Kalteng
  • Galeri Foto
  • Terkini

“Parade Kebangsaan” Semarakkan Peringatan HUT Kemerdekaan RI di PW Muhammadiyah Kalteng

Redaksi Agustus 17, 2025
Serunya Lomba Manyauk Lauk di Museum Balanga
  • Budaya
  • Galeri Foto
  • Pendidikan
  • Terkini

Serunya Lomba Manyauk Lauk di Museum Balanga

Redaksi Agustus 11, 2025
Ini ‘Tugas’ Biawak di Komplek Perumahan Anda
  • Ragam
  • Terkini

Ini ‘Tugas’ Biawak di Komplek Perumahan Anda

Redaksi Agustus 8, 2025

Budaya

“Pesat” Palangka Raya Ikuti Upacara HUT RI, Goniarto: Onthel Alat Transportasi Para Pejuang
  • Historia
  • Komunitas
  • Kota Cantik
  • Terkini

“Pesat” Palangka Raya Ikuti Upacara HUT RI, Goniarto: Onthel Alat Transportasi Para Pejuang

Redaksi Agustus 19, 2025
Serunya Lomba Manyauk Lauk di Museum Balanga
  • Budaya
  • Galeri Foto
  • Pendidikan
  • Terkini

Serunya Lomba Manyauk Lauk di Museum Balanga

Redaksi Agustus 11, 2025
Museum Balanga Perkenalkan Budaya Kalteng Lewat Lomba Antar-SMA
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Terkini

Museum Balanga Perkenalkan Budaya Kalteng Lewat Lomba Antar-SMA

Redaksi Agustus 11, 2025
DSC_0519
  • Berita Foto
  • Kesenian

Festival Budaya Isen Mulang

Redaksi Agustus 1, 2025
Kisah Pilu Tampomas II dan Adam Air di ‘Segitiga Bemuda’ Indonesia
  • Historia
  • Terkini

Kisah Pilu Tampomas II dan Adam Air di ‘Segitiga Bemuda’ Indonesia

Redaksi Juli 30, 2025

Redaksional

  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • STANDARD PERLINDUNGAN PROFESI WARTAWAN
  • TENTANG REDAKSI
| copyright by edukalteng.