Skip to content
edukalteng.com

edukalteng.com

Informasi dan Inspirasi

Primary Menu
  • BREAKING NEWS
    • TOP 4
  • Pendidikan
    • Giat Sekolah
    • Prestasi
    • Jurnalis Sekolah
    • Jurnalis Kampus
    • Eskul
    • Giat Sekolah
  • Peristiwa
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Berita Foto
  • Seputar Kalteng
    • Provinsi
    • Kota Cantik
    • Kabupaten
  • Ragam
    • Inspirasi
    • Komunitas
    • Historia
  • Budaya
    • Kesenian
    • Wisata
    • Galeri Foto
  • Olahraga
    • Sepakbola
    • Timnas Day
    • MotoGP
  • Tajuk
    • Opini
    • Editorial
    • Si Awau
  • Home
  • Budaya
  • Historia
  • Kisah Pilu Tampomas II dan Adam Air di ‘Segitiga Bemuda’ Indonesia
  • Historia
  • Terkini

Kisah Pilu Tampomas II dan Adam Air di ‘Segitiga Bemuda’ Indonesia

Redaksi Juli 30, 2025
Kisah Pilu Tampomas II dan Adam Air di ‘Segitiga Bemuda’ Indonesia

KAPAL Motor Penumpang Tampomas II sebelum tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. (FOTO: IST)

PERISTIWA mengerikan terjadi pada 25 Januari 1981, Kapal Tampomas II tenggelam. Selain ratusan orang meninggal dunia, kecelakaan ini mengangkat “pamor” Kepulauan Masalembo yang berada di sebelah timur laut Pulau Madura, Laut Jawa. Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tampomas II yang dikelola oleh PT Pelni merupakan salah satu kapal laut yang melayani penumpang antarpulau.
Kapal ini pernah digunakan untuk melayani perjalanan haji. Harian Kompas pada 27 Januari 1981 melaporkan,kapal penumpang Tampomas II milik PT Pelni terbakar pada hari Minggu sekitar pukul 23.00 Wita.
Lokasinya sekitar 220 mil laut menuju pelabuhan Ujungpandang, sekarang Makasar. Kapal itu berangkat dari Jakarta dengan membawa 1.054 penumpang dan 82 awak kapal.
Namun, ketika berada di perairan dekat Kepulauan Masalembu, sebelah utara Pulau Kangean, Jawa Timur, kapal itu mengalami kebakaran. Menurut Sekditjen Perhubungan Laut kala itu, Fanny Habibie, dalam keadaan cuaca yang jelek itu penumpang mengalami kepanikan sehingga beberapa orang terjun ke laut.
Kapal Pelni atau kapal lain yang ada di sekitar kapal Tampomas II diperintahkan untuk mendekat dan memberikan pertolongan. Beberapa kapal di antaranya adalah Wayabula, Ilmanul, Brantas, dua kapal penyapu ranjau TNI AL, dan sebuah kapal navigasi Perhubungan Laut.
Harian Kompas, 28 Januari 1981 menulis, kapal Tampomas II akhirnya tenggelam pada 27 Januari 1981 pukul 12.42 WIB (13.42 Wita) meskipun berbagai usaha penyelamatan dilakukan.
Kapal berbobot mati 2.420 ton itu tenggelam di Selat Makassar dekat Pulau Masalembo, sekitar 22 mil laut menjelang pelabuhan tujuan Ujungpandang.
Hingga 27 Januari 1981 malam hari, terdapat 566 orang yang berhasil diselamatkan ke atas kapal-kapal yang datang menolong. Kapal Tampomas II meninggalkan Jakarta sekitar pukul 19.00 pada 24 Januari 1981 dan diharapkan tiba di pelabuhan Ujungpandang sekitar pukul 10.00 pagi tanggal 26 Januari.
Namun, pada pukul 11 WIT diterima kabar bahwa kapal tersebut mengalami musibah dan terbakar. Penyelamatan terkendala cuaca buruk.
Pesawat Albatros UF-Skuadron Udara-5 TNI AU yang lepas landas dari Bandara Juanda pada 06.35 bermaksud mendarat di perairan sekitar lokasi musibah. Akan tetapi, gelombang besar setinggi 7-10 meter, angin kencang, dan hujan mengurungkan rencana pendaratan.
Dari udara juga terhalangi oleh kabut tebal, sehingga untuk menemukan lokasi Kapal Tampomas II, pesawat Albatros harus terbang rendah sekitar 350-500 kaki dari permukaan laut. Tenggelamnya KM Tampomas II dikenang sebagai tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan.
Peristiwa ini tercatat sebagai musibah terbesar dalam sejarah maritim nasional, sekaligus musibah ketiga yang tergolong terbesar di dunia saat itu. Mengutip Harian Kompas, 26 Juni 2015, musibah ini menelan 369 jiwa, baik penumpang maupun awaknya.
Kecelakaan itu disebut berasal dari percikan api di kabin kendaraan, api itu kemudian membesar dan menjalar ke seluruh bagian kapal. Kebakaran itu diduga akibat rendahnya disiplin penumpang dan awak kapal tentang keselamatan pelayaran, di antaranya tidak mematuhi larangan merokok di tempat-tempat tertentu, seperti kabin kendaraan, selama pelayaran.
Selain rendahnya disiplin, tenggelamnya KM Tampomas II juga akibat awak kapal tidak memahami cara dan prosedur penggunaan semua peralatan pertolongan.
Belakangan diketahui baju pelampung (life jacket) tidak dapat digunakan untuk penumpang awam serta radio portabel yang seharusnya ada di dalam sekoci tidak berada di tempatnya.
Atas keteledoran tersebut, sejumlah awak kapal mendapat sanksi administratif oleh Mahkamah Pelayaran.
MITOS KEKUASAAN RATU MALAKA
Kecelakaan itu juga melambungkan nama Masalembu, yang kemudian hari dikenal sebagai Segitiga Bermuda-nya Indonesia.
Ada mitos yang dipercayai oleh penduduk lokal terkait Masalembu. Di Masalembu ada mitos tentang kekuasaan Ratu Malaka. Konon pada masa lalu, perairan Masalembu dikuasai oleh makhluk halus dan siluman yang berkumpul. Sehingga ketika melewati tempat tersebut, nenek moyang memerlukan sesajen dan sesembahan agar bisa selamat.
Selain tenggelamnya Kapal Tampomas II, kecelakaan lain yang terjadi di perairan tersebut adalah kecelakaan pesawat Adam Air 574 pada Januari 2007.
Pesawat itu membawa 96 penumpang dan 6 orang awak pesawat yang semuanya dinyatakan meninggal dunia. Adam Air KI 574 tujuan Manado, Sulawesi Utara lepas landas dari Bandara Juanda pada pukul 12.59 WIB dan dijadwalkan mendarat di Manado pukul 16.14 Wita.
Sayangnya, pesawat itu tak pernah tiba di Manado. Diberitakan Harian Kompas, 2 Januari 2007, Adam Air KI 574 putus kontak dengan radar Air Traffic Centre (ATC) Bandara Makassar, Sulawesi Selatan sekitar 1 jam 7 menit setelah terbang.
Pada saat putus kontak, posisi pesawat berada pada 85 mil laut (157,42 kilometer) sebelah barat laut Makassar dengan ketinggian 35.000 kaki (10.668 meter). Sampai hari itu, pukul 00.00, posisi pesawat Adam Air KI 574 belum diketahui.
Namun, radar milik Singapura menangkap pancaran emergency locator beacon (elba) di Rantepao, Tanatoraja, Sulawesi Selatan, dengan titik koordinat 3.135.257 Lintang Selatan/119.917 Bujur Timur.
Pencarian sempat menunjukkan titik terang saat ekor pesawat Adam Air ditemukan seorang nelayan Majene pada 11 Januari 2007. Kotak hitam pesawat Adam Air KI 574 baru ditemukan pada hari ke-25 pencarian, dan setelah itu pencarian pun dihentikan. (sar/berbagai sumber)
Post Views: 22

Continue Reading

Previous: Indonesia Waspada Imbas Gempa dan Tsunami di Russia-Jepang
Next: Dinas Perikanan Bantu Perahu Motor untuk Nelayan Bereng Bengkel

Berita Lainnya

Kakek di Tilung Tewas Membusuk, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan
  • Peristiwa
  • Terkini

Kakek di Tilung Tewas Membusuk, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Redaksi Januari 15, 2026
KH Imuh Lukman Berpulang, MUI Palangka Raya Berduka
  • Kota Cantik
  • Terkini

KH Imuh Lukman Berpulang, MUI Palangka Raya Berduka

Redaksi Januari 14, 2026
Pembunuhan Mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat Disidangkan, Ini Pengakuan Pelaku
  • Peristiwa
  • Regional
  • Terkini

Pembunuhan Mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat Disidangkan, Ini Pengakuan Pelaku

Redaksi Januari 2, 2026
kedai 05

Breaking News

Massa Bakar Gedung DPRD Makassar, Satu Perempuan dan Tiga Laki-laki Tewas Massa Bakar Gedung DPRD Makassar, Satu Perempuan dan Tiga Laki-laki Tewas 1
  • Breaking News
  • Terkini

Massa Bakar Gedung DPRD Makassar, Satu Perempuan dan Tiga Laki-laki Tewas

Agustus 30, 2025
Ini Kronologis Dua Siswi SMPN 9 Tewas Tenggelam di Ketimpun Ini Kronologis Dua Siswi SMPN 9 Tewas Tenggelam di Ketimpun 2
  • Top 4

Ini Kronologis Dua Siswi SMPN 9 Tewas Tenggelam di Ketimpun

Agustus 3, 2025
Tak Ada Pantai, Gosong Kahayan Pun Jadi Tak Ada Pantai, Gosong Kahayan Pun Jadi 3
  • Galeri Foto
  • Top 4

Tak Ada Pantai, Gosong Kahayan Pun Jadi

Agustus 1, 2025
Ditemukan di Parit G Obos Ujung, Motor Siapa Ini? Ditemukan di Parit G Obos Ujung, Motor Siapa Ini? 4
  • Top 4

Ditemukan di Parit G Obos Ujung, Motor Siapa Ini?

Juli 22, 2025
Dikeroyok Pemotor Mabuk, Driver Car Online Bocor Kepala Dikeroyok Pemotor Mabuk, Driver Car Online Bocor Kepala 5
  • Top 4

Dikeroyok Pemotor Mabuk, Driver Car Online Bocor Kepala

Juli 20, 2025

Peristiwa

Kakek di Tilung Tewas Membusuk, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan
  • Peristiwa
  • Terkini

Kakek di Tilung Tewas Membusuk, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Redaksi Januari 15, 2026
Pembunuhan Mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat Disidangkan, Ini Pengakuan Pelaku
  • Peristiwa
  • Regional
  • Terkini

Pembunuhan Mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat Disidangkan, Ini Pengakuan Pelaku

Redaksi Januari 2, 2026
Influencer dan Aktivis Diteror, Bentuk Pembungkaman Kritik Publik
  • Nasional
  • Terkini

Influencer dan Aktivis Diteror, Bentuk Pembungkaman Kritik Publik

Redaksi Januari 2, 2026
Lecehkan Bendera Merah Putih, Konten Kreator Inggris Diserbu Netizen Indonesia
  • Nasional
  • Terkini

Lecehkan Bendera Merah Putih, Konten Kreator Inggris Diserbu Netizen Indonesia

Redaksi Desember 24, 2025
Falsafah Huma Betang Sejalan dengan Asta Cipta dalam Penguatan Keluarga
  • Nasional
  • Seputar Kalteng

Falsafah Huma Betang Sejalan dengan Asta Cipta dalam Penguatan Keluarga

Redaksi Desember 13, 2025
KH Ma’ruf Amin Resmi Pimpin Dewan Penasehat SMSI
  • Nasional
  • Terkini

KH Ma’ruf Amin Resmi Pimpin Dewan Penasehat SMSI

Redaksi November 4, 2025

Ragam

“Mabar Berkah Fest”, Bawa Kegembiraan Kampung Halaman ke Kampus UMPR
  • Galeri Foto
  • Terkini

“Mabar Berkah Fest”, Bawa Kegembiraan Kampung Halaman ke Kampus UMPR

Redaksi November 3, 2025
“Pesat” Palangka Raya Ikuti Upacara HUT RI, Goniarto: Onthel Alat Transportasi Para Pejuang
  • Historia
  • Komunitas
  • Kota Cantik
  • Terkini

“Pesat” Palangka Raya Ikuti Upacara HUT RI, Goniarto: Onthel Alat Transportasi Para Pejuang

Redaksi Agustus 19, 2025
“Parade Kebangsaan” Semarakkan Peringatan HUT Kemerdekaan RI di PW Muhammadiyah Kalteng
  • Galeri Foto
  • Terkini

“Parade Kebangsaan” Semarakkan Peringatan HUT Kemerdekaan RI di PW Muhammadiyah Kalteng

Redaksi Agustus 17, 2025
Serunya Lomba Manyauk Lauk di Museum Balanga
  • Budaya
  • Galeri Foto
  • Pendidikan
  • Terkini

Serunya Lomba Manyauk Lauk di Museum Balanga

Redaksi Agustus 11, 2025
Ini ‘Tugas’ Biawak di Komplek Perumahan Anda
  • Ragam
  • Terkini

Ini ‘Tugas’ Biawak di Komplek Perumahan Anda

Redaksi Agustus 8, 2025

Budaya

“Pesat” Palangka Raya Ikuti Upacara HUT RI, Goniarto: Onthel Alat Transportasi Para Pejuang
  • Historia
  • Komunitas
  • Kota Cantik
  • Terkini

“Pesat” Palangka Raya Ikuti Upacara HUT RI, Goniarto: Onthel Alat Transportasi Para Pejuang

Redaksi Agustus 19, 2025
Serunya Lomba Manyauk Lauk di Museum Balanga
  • Budaya
  • Galeri Foto
  • Pendidikan
  • Terkini

Serunya Lomba Manyauk Lauk di Museum Balanga

Redaksi Agustus 11, 2025
Museum Balanga Perkenalkan Budaya Kalteng Lewat Lomba Antar-SMA
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Terkini

Museum Balanga Perkenalkan Budaya Kalteng Lewat Lomba Antar-SMA

Redaksi Agustus 11, 2025
DSC_0519
  • Berita Foto
  • Kesenian

Festival Budaya Isen Mulang

Redaksi Agustus 1, 2025
Kisah Pilu Tampomas II dan Adam Air di ‘Segitiga Bemuda’ Indonesia
  • Historia
  • Terkini

Kisah Pilu Tampomas II dan Adam Air di ‘Segitiga Bemuda’ Indonesia

Redaksi Juli 30, 2025

Redaksional

  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • STANDARD PERLINDUNGAN PROFESI WARTAWAN
  • TENTANG REDAKSI
| copyright by edukalteng.