SUASANA Pasar Terapung Lok Baintan, Kalimantan Selatan. Dalam waktu dekat, Pemkot Banjarmasin bakal menghidupkan kembali destinasi wisata Pasar Terapung Kuin Alalak. (FOTO: DOK/SARIPUDIN)
Banjarmasin (edukalteng.com) – Pemerintah Kota Banjarmasin tengah menggenjot revitalisasi Pasar Terapung Kuin Alalak sebagai salah satu destinasi wisata berbasis budaya sungai. Langkah ini diambil untuk mengembalikan kejayaan pasar terapung legendaris itu yang selama ini belum dikelola secara resmi sebagai kawasan wisata.
Menurut Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin Fitriah, Kuin Alalak menyimpan potensi luar biasa yang belum tergarap maksimal.
“Saat ini kegiatan pasar terapung memang masih berlangsung, namun belum dibingkai sebagai objek wisata. Padahal, lokasinya sangat strategis dan berdekatan dengan pusat kota,” ujarnya.
Selama ini, kegiatan pasar terapung cenderung terpusat di kawasan Dermaga Apung Siring Piere Tendean. Padahal, Kuin Alalak menawarkan suasana yang lebih otentik dan kental dengan nuansa tradisional khas Banjar.
Fitriah menekankan bahwa pemerintah ingin menghadirkan pengalaman wisata sungai yang autentik bagi para pengunjung—baik domestik maupun internasional—tanpa harus pergi jauh ke luar kota.
“Kami ingin menghidupkan kembali semangat sungai sebagai nadi kehidupan masyarakat Banjar. Kuin Alalak adalah tempat yang tepat untuk itu,” jelasnya.
Langkah-langkah yang disiapkan Pemkot meliputi penataan ulang lokasi, promosi terpadu, serta pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan dan aktivitas pasar. Dengan demikian, Pasar Terapung Kuin Alalak diharapkan bukan hanya sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi panggung budaya hidup yang menarik dan edukatif.
Tak hanya itu, pengembangan ini juga sejalan dengan upaya pelestarian budaya sungai, yang selama ratusan tahun telah menjadi identitas penting bagi Banjarmasin.
“Kami ingin menjadikan Kuin Alalak sebagai simbol kebangkitan wisata berbasis tradisi dan ekonomi kreatif,” pungkas Fitriah.
Jika rencana ini berjalan sesuai harapan, maka Pasar Terapung Kuin Alalak akan menjadi wajah baru pariwisata Banjarmasin—tempat di mana tradisi dan potensi lokal bersatu untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. (net/rzk)