(FOTO: DOK/IST)
Jakarta (edukalteng.com) – Selain senjata Arisaka buatan Jepang dan Le Enfield buatan Inggris yang keduanya jenis senjata laras panjang, ada satu senjata yang paling sering dipakai para pejuang Indonesia saat perang kemerdekaan yakni senjata dengan nama Sten.
Semua senjata itu biasanya direbut dari musuh para pejuang kita dulu baik dari tentara Jepang, Inggris atau Belanda.
Secara garis besar sejarah Sten ini dibuat setelah evakuasi Dunkirk pada tahun 1940, Inggris mengembangkan submachine gun mereka dengan nama Lanchester SMG dengan mengambil desain MP28 Jerman. Lanchester dibuat dengan material berkualitas tinggi dan memiliki detail yang bagus dan menjadi perlengkapan angkatan laut Inggris, namun Inggris perlu membuat submachine gun yang lebih murah dan mudah dibuat.
Nama Sten ini merupakan singkatan dari Sheperd, Turpin, dan ENfield (Enfield sendiri merupakan pabrik utama pembuatan senjata api untuk angkatan bersenjata Inggris).
Dengan desain sederhana macam knalpot motor atau mobil dengan tujuan agar dibuat dan dirakit dalam waktu tidak sampai 5 jam dan secara garis besar senjata ini dibuat sengaja dengan desain kasar dan sederhana namun cukup mematikan untuk pertempuran jarak pendek karena jarak tembakan hanya 100 meter.
Sten menggunakan peluru pistol kaliber 9mm Parabellum karena paling mudah didapat dan dengan magasin peluru diletakkan di sebelah kiri senjata.
Menurut keterangan lain menyebut bahwa kenapa Sten meletakkan magasin pada samping senjata agar si penembak bisa lebih bebas menembak dalam posisi merunduk.
Bentuk senjata ini juga ditiru oleh pabrikan lokal di Indonesia diawal perjuangan tepat di bekas pabrik gula Demakijo yang juga membuat senjata yang mirip dengan Sten. (med/sar)