PEMANDANGAN udara salah satu sudut Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. (FOTO: IST)
PROVINSI Kalimantan Selatan–sebagai wilayah asal Suku Banjar–dengan Riau di Pulau Sumatra terpisah jarak ribuan kilometer. Namun uniknya, di Tembilahan, ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, terdapat masyarakat keturunan Suku Banjar yang hidup dengan budaya dan bahasa leluluhurnya hingga kini.
Hijrahnya suku Banjar ke Sumatera, khususnya ke Tembilahan, sudah terjadi sejak tahun 1885. Saat itu Indragiri masih berbentuk kerajaan di bawah pemerintahan Sultan Isa.
Tokoh Banjar yang terkenal dari daerah ini adalah Syekh Abdurrahman Siddiq bin Haji Muhammad afif Al Banjari (Tuan Guru Sapat) yang berasal dari Martapura. Beliau adalah seorang ulama yang memegang jabatan sebagai Mufti Kerajaan Indragiri.
Dalam Sejarah Riau dinyatakan, pada pemerintahan Sultan Isa, raja Kerajaan Indragiri (sebelum raja terakhir), sampailah perantau-perantau Banjar ke Indragiri Hilir yang pada masa itu masuk Kerajaan Indragiri yang berpusat di Rengat. Akan tetapi, kedatangan orang-orang Banjar itu besar kemungkinan sudah berlangsung selepas tahun 1885, atau paling cepat setelah Sultan Isa dinobatkan menjadi raja Kerajaan Indragiri Hilir tahun 1885.

Indragiri Hilir kini berstatus kabupaten di Provinsi Riau dengan jumlah penduduk sekitar 639.450 jiwa. Dari jumlah itu, diperkirakan sebanyak 242.991 jiwa merupakan keturunan Suku Banjar. Mereka tersebar di 20 buah kecamatan dan 192 desa.
Warga Banjar atau keturunan orang Banjar yang menjadi penduduk disini adalah di Kecamatan Tembilahan Hulu, Tembilahan Kota, Tempuling, Enok, Batang Tuaka, serta Kuala Indragiri (Sapat).
Dari lima kecamatan yang dihuni warga Banjar tersebut, dalam berkomunikasi pada kehidupan sehari-harinya mereka menggunakan Bahasa Banjar sebagai bahasa harian. Seluruh penduduk di Tembilahan bahkan berbahasa sehari-hari dengan Bahasa Banjar dan cenderung dengan dialek Pahuluan.
Orang Banjar datang ke Indragiri Hilir secara bergelombang, setiap satu gelombang mungkin terdiri dari beberapa orang atau beberapa keluarga. (sar/berbagai sumber)