Skip to content
edukalteng.com

edukalteng.com

Informasi dan Inspirasi

Primary Menu
  • BREAKING NEWS
    • TOP 4
  • Pendidikan
    • Giat Sekolah
    • Prestasi
    • Jurnalis Sekolah
    • Jurnalis Kampus
    • Eskul
    • Giat Sekolah
  • Peristiwa
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Berita Foto
  • Seputar Kalteng
    • Provinsi
    • Kota Cantik
    • Kabupaten
  • Ragam
    • Inspirasi
    • Komunitas
    • Historia
  • Budaya
    • Kesenian
    • Wisata
    • Galeri Foto
  • Olahraga
    • Sepakbola
    • Timnas Day
    • MotoGP
  • Tajuk
    • Opini
    • Editorial
    • Si Awau
  • Home
  • Tajuk
  • Opini
  • Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya: Bukan Sekadar Kapal yang Karam
  • Opini

Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya: Bukan Sekadar Kapal yang Karam

Redaksi Juli 9, 2025
Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya: Bukan Sekadar Kapal yang Karam

(Oleh: Rosadi Jamani)*
Malam itu, Selat Bali menampilkan diam yang mencekam, seolah menyimpan rahasia kelam yang sebentar lagi terkuak. Kapal penumpang KMP Tunu Pratama Jaya, yang usianya tak lagi muda, berlayar meninggalkan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi pada pukul 22.56 WIB, 2 Juli 2025.

Kapal ini tak cuma membawa muatan; ia membawa harapan 53 penumpang dan 12 kru yang ingin menyeberang ke Gilimanuk, Bali—untuk pulang, berdagang, bekerja, atau mengejar mimpi-mimpi sederhana.

Namun semua mimpi itu terhempas ombak. Hanya 47 menit setelah meninggalkan dermaga, pada 23.15, kapal hilang dari pantauan radar. Di era satelit canggih, CCTV di setiap sudut, dan teknologi pemantau gelombang mutakhir, kapal bisa lenyap begitu saja. Kenyataan ini mengingatkan kita bahwa seberapa hebat pun kemajuan, risiko karam tetap nyata.

Pada 23.20, sinyal darurat dikirim—disebutkan mesin kapal mengalami kebocoran. Tapi laut tak menunggu klarifikasi. Hanya 15 menit berselang, tepat 23.35, kapal itu tenggelam di perairan Selat Bali, sekitar 200 meter dari garis pantai. Koordinatnya presisi: 8°09’32.35″S 114°25’6.38″E. Namun, apa arti keakuratan angka jika yang ditemukan kemudian hanya potongan pelampung, tas mengambang, dan sunyi yang gagal mengucap selamat tinggal?

Dari total 65 jiwa di atas kapal, 29 berhasil selamat—mereka berenang dengan tubuh terluka, dibantu nelayan setempat, bukan oleh sistem penyelamatan megah. 10 orang ditemukan sudah tak bernyawa, termasuk anak-anak dan kru kantin yang mungkin baru saja meracik kopi terakhir mereka. 30 lainnya masih hilang, entah akan ditemukan, atau selamanya menjadi penghuni sunyi dasar laut.

Laporan menyebut cuaca buruk. Gelombang setinggi 2–2,5 meter, arus deras 2 meter per detik, angin 9 knot. Namun para ahli seperti Dr. Setyo Nugroho dari ITS membeberkan kemungkinan lebih dalam: kapal yang uzur, kebocoran mesin, muatan tak stabil, perawatan minim, SOP keselamatan diabaikan. Ini bukan hanya bencana alam—ada jejak kelalaian sistemik yang dibungkus prosedur. Surat Persetujuan Berlayar tetap diterbitkan, jaket pelampung entah di mana, dan lautan dilawan dengan optimisme semu.

Seperti biasa, tanggapan akan datang. Pernyataan prihatin pejabat, janji evaluasi, headline media yang terdengar puitis. Tapi kita tahu, semua hanya karangan bunga di atas pusara yang akan berulang. Kita hafal narasinya: “Kami turut berduka,” “Kami akan investigasi,” “Kami pastikan tindak lanjut.” Hingga nanti, kapal lain dengan usia renta, diperindah sekadar poles cat, kembali melaut. Dan lautan lagi-lagi menerima tumbal berikutnya.

Biarlah karamnya KMP Tunu Pratama Jaya jadi batu nisan simbolik bagi ratusan kapal tua yang dipaksa bertahan di samudra. Biarlah Selat Bali menjadi saksi bisu bahwa seringkali, yang tenggelam bukan cuma kapal, melainkan juga rasa tanggung jawab kita sebagai bangsa yang mengaku maritim. Laut tidak pernah zalim. Yang zalim adalah sistem yang menempatkan jadwal keberangkatan di atas keselamatan manusia.

Semoga malam nahas itu—ketika langit memejam dan laut merenggut—tak menjadikan korban hanya angka statistik, tetapi bisikan gugatan sunyi pada negara yang kerap datang terlambat, bahkan sekadar untuk meminta maaf.

Yang karam bukan hanya badan kapal. Yang tenggelam lebih dalam adalah akal sehat, nurani, dan nyawa-nyawa yang lebih murah daripada biaya docking tahunan. Mereka bukan mati karena laut. Mereka meninggal karena sistem yang menganggap kebocoran sebagai rutinitas. Di negeri ini, tragedi tak lagi sekadar musibah; ia menjelma tradisi.

Atas nama kemanusiaan, saya haturkan belasungkawa terdalam bagi semua korban. Semoga ini menjadi duka terakhir, meski secangkir kopi kali ini terasa benar-benar pahit, bahkan tanpa gula.

)* Penulis adalah Ketua Pengurus Wilayah Persatuan Penulis Indonesia (Satupena) Kalimantan Barat

Post Views: 14

Continue Reading

Previous: Taksi Air “Black Kobra” Tenggelam, Ini Pengakuan Nakhoda Tugboat Penarik Tongkang
Next: Prediksi BMKG: 10-16 Juli, Banjarmasin Rawan Banjir Rob

Berita Lainnya

(FOTO: IST)
  • Opini

Air Mata Irine dan Kibaran Bendera Putih di Aceh Tamiang

Redaksi Desember 19, 2025
Pebulutangkis Mohammad Zaki Ubaidillah (FOTO: DOK/PBSI)
  • Opini

Emas Bulutangkis SEA Games di Tengah ‘Bencana Nasional’

Redaksi Desember 13, 2025
Pati Bikin Jakarta Was-was
  • Opini
  • Terkini

Pati Bikin Jakarta Was-was

Redaksi Agustus 15, 2025
kedai 05

Breaking News

Massa Bakar Gedung DPRD Makassar, Satu Perempuan dan Tiga Laki-laki Tewas Massa Bakar Gedung DPRD Makassar, Satu Perempuan dan Tiga Laki-laki Tewas 1
  • Breaking News
  • Terkini

Massa Bakar Gedung DPRD Makassar, Satu Perempuan dan Tiga Laki-laki Tewas

Agustus 30, 2025
Ini Kronologis Dua Siswi SMPN 9 Tewas Tenggelam di Ketimpun Ini Kronologis Dua Siswi SMPN 9 Tewas Tenggelam di Ketimpun 2
  • Top 4

Ini Kronologis Dua Siswi SMPN 9 Tewas Tenggelam di Ketimpun

Agustus 3, 2025
Tak Ada Pantai, Gosong Kahayan Pun Jadi Tak Ada Pantai, Gosong Kahayan Pun Jadi 3
  • Galeri Foto
  • Top 4

Tak Ada Pantai, Gosong Kahayan Pun Jadi

Agustus 1, 2025
Ditemukan di Parit G Obos Ujung, Motor Siapa Ini? Ditemukan di Parit G Obos Ujung, Motor Siapa Ini? 4
  • Top 4

Ditemukan di Parit G Obos Ujung, Motor Siapa Ini?

Juli 22, 2025
Dikeroyok Pemotor Mabuk, Driver Car Online Bocor Kepala Dikeroyok Pemotor Mabuk, Driver Car Online Bocor Kepala 5
  • Top 4

Dikeroyok Pemotor Mabuk, Driver Car Online Bocor Kepala

Juli 20, 2025

Peristiwa

Kakek di Tilung Tewas Membusuk, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan
  • Peristiwa
  • Terkini

Kakek di Tilung Tewas Membusuk, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Redaksi Januari 15, 2026
Pembunuhan Mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat Disidangkan, Ini Pengakuan Pelaku
  • Peristiwa
  • Regional
  • Terkini

Pembunuhan Mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat Disidangkan, Ini Pengakuan Pelaku

Redaksi Januari 2, 2026
Influencer dan Aktivis Diteror, Bentuk Pembungkaman Kritik Publik
  • Nasional
  • Terkini

Influencer dan Aktivis Diteror, Bentuk Pembungkaman Kritik Publik

Redaksi Januari 2, 2026
Lecehkan Bendera Merah Putih, Konten Kreator Inggris Diserbu Netizen Indonesia
  • Nasional
  • Terkini

Lecehkan Bendera Merah Putih, Konten Kreator Inggris Diserbu Netizen Indonesia

Redaksi Desember 24, 2025
Falsafah Huma Betang Sejalan dengan Asta Cipta dalam Penguatan Keluarga
  • Nasional
  • Seputar Kalteng

Falsafah Huma Betang Sejalan dengan Asta Cipta dalam Penguatan Keluarga

Redaksi Desember 13, 2025
KH Ma’ruf Amin Resmi Pimpin Dewan Penasehat SMSI
  • Nasional
  • Terkini

KH Ma’ruf Amin Resmi Pimpin Dewan Penasehat SMSI

Redaksi November 4, 2025

Ragam

“Mabar Berkah Fest”, Bawa Kegembiraan Kampung Halaman ke Kampus UMPR
  • Galeri Foto
  • Terkini

“Mabar Berkah Fest”, Bawa Kegembiraan Kampung Halaman ke Kampus UMPR

Redaksi November 3, 2025
“Pesat” Palangka Raya Ikuti Upacara HUT RI, Goniarto: Onthel Alat Transportasi Para Pejuang
  • Historia
  • Komunitas
  • Kota Cantik
  • Terkini

“Pesat” Palangka Raya Ikuti Upacara HUT RI, Goniarto: Onthel Alat Transportasi Para Pejuang

Redaksi Agustus 19, 2025
“Parade Kebangsaan” Semarakkan Peringatan HUT Kemerdekaan RI di PW Muhammadiyah Kalteng
  • Galeri Foto
  • Terkini

“Parade Kebangsaan” Semarakkan Peringatan HUT Kemerdekaan RI di PW Muhammadiyah Kalteng

Redaksi Agustus 17, 2025
Serunya Lomba Manyauk Lauk di Museum Balanga
  • Budaya
  • Galeri Foto
  • Pendidikan
  • Terkini

Serunya Lomba Manyauk Lauk di Museum Balanga

Redaksi Agustus 11, 2025
Ini ‘Tugas’ Biawak di Komplek Perumahan Anda
  • Ragam
  • Terkini

Ini ‘Tugas’ Biawak di Komplek Perumahan Anda

Redaksi Agustus 8, 2025

Budaya

“Pesat” Palangka Raya Ikuti Upacara HUT RI, Goniarto: Onthel Alat Transportasi Para Pejuang
  • Historia
  • Komunitas
  • Kota Cantik
  • Terkini

“Pesat” Palangka Raya Ikuti Upacara HUT RI, Goniarto: Onthel Alat Transportasi Para Pejuang

Redaksi Agustus 19, 2025
Serunya Lomba Manyauk Lauk di Museum Balanga
  • Budaya
  • Galeri Foto
  • Pendidikan
  • Terkini

Serunya Lomba Manyauk Lauk di Museum Balanga

Redaksi Agustus 11, 2025
Museum Balanga Perkenalkan Budaya Kalteng Lewat Lomba Antar-SMA
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Terkini

Museum Balanga Perkenalkan Budaya Kalteng Lewat Lomba Antar-SMA

Redaksi Agustus 11, 2025
DSC_0519
  • Berita Foto
  • Kesenian

Festival Budaya Isen Mulang

Redaksi Agustus 1, 2025
Kisah Pilu Tampomas II dan Adam Air di ‘Segitiga Bemuda’ Indonesia
  • Historia
  • Terkini

Kisah Pilu Tampomas II dan Adam Air di ‘Segitiga Bemuda’ Indonesia

Redaksi Juli 30, 2025

Redaksional

  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • STANDARD PERLINDUNGAN PROFESI WARTAWAN
  • TENTANG REDAKSI
| copyright by edukalteng.