MENGHILANG - Tanda pengenal dosen UPI Bandung Faujian Esa Gumilar yang hilang misterius sejak 7 hari lalu. (FOTO: IST)
Bandung (edukalteng.com) – Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Faujian Esa Gumilar dikabarkan menghilang misterius. Pengajar pendidikan sejarah di Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) tersebut dikabarkan hilang di daerah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Pihak keluarganya mengaku terakhir menemui Faujian saat berpamitan hendak pergi ke kampus UPI pada Jumat (29/8/2025).
Kepolisian Kapolsek Lembang AKP Dana Suhendi, membenarkan informasi hilangnya Faujian. Pihak keluarga, ujar Kapolsek, telah melaporkan hal itu dan pihaknya tengah melakukan pencarian.
“Berdasarkan penelusuran anggota, pada hari Minggu (31/8/2025), dia ada di Cikole dan menginap di masjid daerah situ selama tiga hari. Keterangan itu didapat dari DKM masjid setempat,” kata Dana kepada wartawan.
Menurut Dana, keberadaan Faujian terpantau hingga Rabu (3/9/2025). Setelah itu, Dia pergi meninggalkan masjid dengan mengendarai sepeda motor. Namun, anehnya, sepeda motor yang ia bawa justru ditinggalkan begitu saja di area parkir sebuah minimarket di Cikole. Hingga kini, keberadaannya tidak diketahui.
“Motor itu di parkiran minimarket Cikole. Jadi, di situ cuma ditemukan motornya, sampai saat ini enggak ada informasi lagi soal keberadaan yang bersangkutan,” kata Dana. Pihak keluarga telah mengambil kendaraan milik sang dosen tersebut dan ikut aktif mencari keberadaan Faujian. Keterangan tambahan menyebutkan, Dia kemungkinan meninggalkan rumah karena sedang dilanda masalah pribadi.
“Keterangan dari istri yang bersangkutan, Faujian diduga sedang memiliki masalah pribadi sehingga memutuskan pergi dari rumah,” ucap Dana.
Sementara itu, Humas UPI Bandung, Vidi Sukmayadi mengatakan pihak kampus turut membantu proses pencarian bersama keluarga.
“Kami, saat ini dari pihak Dekanat dan Prodi bersama keluarga Faujian terus berkoordinasi,” kata Vidi.
“Yang kami ketahui, komunikasi terakhir secara tatap muka dengan keluarga terjadi pada 29 Agustus. Setelah itu, beliau juga sempat menghubungi lewat telepon pada 1 September. Namun sejak saat itu, nomor ponselnya sudah tidak aktif,” sebutnya. (net/sar)